Seperti tahun-tahun sebelumnya, Dharma Wanita persatuan Kopertis Wilayah V Yogyakarta menyelenggarakan acara Halal Bi Halal. Ada hal yang berbeda pada penyelenggaraan acara Halal Bi Halal kali ini, karena acaranya dikemas dengan lebih santai, dengan diawali penampilan musik akustik. Penampilan group musik Bikustik yang terdiri dari para mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan ini cukup menghibur  para tamu undangan. Dalam acara halal bi halal Dharma Wanita ini, tamu undangan yang hadir terdiri dari ibu-ibu dosen DPK,para isteri dosen DPK, serta ibu-ibu dan isteri pegawai administasi di lingkungan Kopertis Wilayah V Yogyakarta.

Dalam sambutannya, ketua Dharma Wanita Persatuan Kopertis Wilayah V Yogyakarta, Dra. Erni Hestiningrum berharap dengan momen Idul Fitri ini bisa dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi dan saling memaafkan diantara anggota Dharma Wanita.

Koordinator Kopertis Wilayah V, Dr. Ir. Bambang Supriyadi CES.,DEA dalam sambutannya kembali mengingatkan kepada para dosen dan pimpinan PTS yang hadir, bahwa walaupun setiap PTS bersaing untuk mendapatkan mahasiswa, serta bersaing dalam pengelolaan PTS untuk meningkatkan mutu PTS, tetapi hendaknya di bulan Syawal ini bisa saling memaafkan sehingga hubungan silaturahmi akan semakin erat.

Selanjutnya beliau juga berharap agar setelah mendengar tausiyah nanti, para dosen menjadi lebih bersemangat untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas, dan meningkat ketaqwaannya. 

Hikmah syawalan kali ini dibersamai oleh Drs. Yayat Hidayat, S.Ag.,M.Si, yang diawal tausiyahnya mengajak para hadirin untuk mengevaluasi ,“ Di bulan Syawal ini, apakah amalan-amalan kita sudah meningkat? Apakah keimanan kita sudah meningkat ? Apakah kita sudah menjadi hamba-Nya yang bertaqwa? “

Beliau juga memaparkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Dr. Wolf di Pennysylvania, dimana masyarakat disana sangat jarang, bahkan hampir tidak ada yang mengidap penyakit serius seperti hipertensi, diabetes, dan stroke. Bagaimana masyarakat disana bisa sesehat itu? Ternyata resepnya ada 3, yaitu:

1.    Sering bersilaturahmi

Sebenarnya hal ini juga termasuk ajaran agama Islam, sebagaimana sabda Rasulullah s.a.w, “ Barangsiapa yang ingin diluaskan rizkinya, dan dipanjangkan umurnya, maka perbanyaklah silaturahmi”

2.    Disiplin Beribadah

Islam mengajarkan juga kepada umatnya untuk senantiasa disiplin dalam beribadah, misalnya sholat tepat waktu. Dan, dalam gerakan sholat itu sendiri juga bisa membuat tubuh kita menjadi sehat.

3.    Tolong-menolong

Masyarakat disana mempunyai semangat untuk senantiasa tolong  - menolong diantara sesama anggota masyarakat. Yang berkelebihan membantu yang kekurangan, yang sedang ditimpa musibah dibantu oleh yang lain.

Lebih lanjut, beliau juga menyatakan pentingnya saling meminta maaf dan memaafkan, karena hal itu termasuk dalam salah satu amalan yang tidak akan dihisab di hari kiamat, mengingat banyaknya pahala yang diterima. Hal itu tercantum dalam Al Qur’an surah Asy-Syura ayat 40, yang artinya ,” Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal, tetapi barang siapa memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat) maka pahalanya dari Allah. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang zalim”.

Perbuatan meminta maaf dan memaafkan adalah hal yang sulit dilakukan, apalagi jika berhadapan dengan orang yang bermasalah dengan kita. Padahal, menurut penelitian, orang yang sulit untuk memaafkan orang lain, akan mudah untuk terserang penyakit berat, misalnya hipertensi dan stroke.

 

Acara halal bi halal diakhiri dengan do’a bersama dan bersalam-salaman diantara tamu undangan yang hadir.