Puncak Peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 di tandai dengan upacara bendera yang diselenggarakan di lapangan Kopertis Wilayah V Yogyakarta dengan tema "Indonesia Kerja Bersama". Upacara diikuti oleh Dosen PNS DPK dan Pegawai Kopertis Wilayah V Yogyakarta. Petugas upacara bendera oleh Mahasiswa Akademi Maritim Yogyakarta dan Pegawai Kopertis Wilayah V Yogyakarta. Bertindak sebagai Pembina Upacara, Koordinator Kopertis Wilayah V Yogyakarta, Dr. Ir. Bambang Supriyadi, C.E.S., D.E.A.
 
Dalam kesempatan Upacara Peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 ini juga dianugerahkan tanda kerhormatan Satya Lencana Karya Satya bagi Dosen Negeri DPK dan Pegawai Kopertis Wilayah V yang telah bekerja penuh kesetiaan kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, negara dan pemerintah serta dengan penuh pengabdian, kejujuran, kecakapan, dan disiplin serta terus-menerus selama 10 (sepuluh) tahun, 20 (dua puluh) tahun, dan 30 (tiga puluh) tahun, berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 73/TK/Tahun 2017 tanggal 8 Agustus 2017.
 
Penghargaan diberikan kepada 95 orang Dosen Negeri DPK dan Pegawai Kopertis Wilayah V yang terdiri dari 9 PNS dengan pengabdian selama 10 tahun, 5 PNS dengan pengabdian selama 20 tahun, dan 81 PNS dengan pengabdian selama 30 tahun. Penyematan tanda kehormatan secara simbolis dilakukan oleh Koordinator Kopertis Wilayah V didampingi oleh Sekretaris Pelaksana Yun Widiati, S.H., dengan diwakili oleh Dr. Junaidi, M.Si., Akt., Dosen Negeri DPK Kopertis pada Universitas Teknologi Yogyakarta, untuk pengabdian 10 tahun, Dr. Ir. Chandra Ginting, M.P., Dosen Negeri DPK pada Institut Pertanian "STIPER" untuk pengabdian selama 20 tahun, serta Prof. R.R. Emita Wahyu Astami, M.B.A., Ph.D., Dosen Negeri DPK pada Universitas Teknologi Yogyakarta, Sariyanto, S.IP., M.M., Kepala Subbagian Tata Usaha Kopertis Wilayah V, Ening Romadonah, Staf Kepegawaian Kopertis Wilayah V untuk pengabdian selama 30 tahun. Kemudian dilanjutkan pemberian piagam penghargaan kepada semua penerima satya lencana.
 
Dalam pidato amanat pembina upacara, Koordinator Kopertis Wilayah V membacakan sambutan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak., yang mengajak bersama-sama membangun bangsa ini, bergotong-royong, bahu-membahu, bersinergi, dan saling melengkapi mewujudkan Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Menjadikan momen peringatan HUT RI ke-72 ini tidak hanya menjadi momen peringatan bagi kita, namun menjadi saat yang tepat untuk merefleksikan kembali capaian yang telah diraih dan bersiap atas segala tantangan ke depan. Selama lebih dari tujuh dekade usia kemerdekaan, Indonesia telah berhasil menjadi bangsa besar dengan berbagai kemajuan ekonomi, sosial dan politik. 
 
Pembangunan infrastruktur fisik dan manusia tersebar di seluruh wilayah Indonesia dari ujung Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Rote. Selain itu, paradigma pembangunan pun telah meningkat dari yang bersifat konsumtif menjadi produktif. Serta berbagai pencapaian lain juga dapat dilihat, yakni dengan menurunnya angka kemiskinan, menurunnya tingkat pengangguran, meningkatnya peluang dan akses terhadap fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta banyak aspek lainnya. 
 
Namun demikian, dibalik pencapaian yang telah diperoleh tersebut, terdapat beragam problem yang menjadi tantangan kita baik di tingkat lokal, regional, maupun global. Salah satu tantangan terbesar saat ini adalah persoalan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia. Sebagian besar tenaga kerja di Indonesia memiliki tingkat pendidikan rendah dan terkategori tenaga kerja tidak terlatih (unskilled labor) atau berkeahlian rendah-menengah. Hal ini tidak hanya menjadi tantangan bagi kita di tingkat produktivitas ekonomi, namun juga mempengaruhi daya saing kita di tingkat regional dan global. Karena persaingan dalam era globalisasi ini akan sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia.
 
Dalam menjawab tantangan tersebut, Kemenristekdikti telah menetapkan tujuan strategi 2019 yang akan dicapai yaitu “Meningkatnya relevansi, kuantitas dan kualitas sumber daya manusia berpendidikan-tinggi, serta kemampuan Iptek dan inovasi untuk keunggulan daya saing bangsa”.
 
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi yakin, dengan kerja bersama, dapat dicapai tujuan strategis tersebut. Dengan memulai dari diri kita sendiri, dari lingkungan sekitar kita, dan dari institusi kita. Membangun budaya anti plagiat, budaya keilmuan yang menghasilkan inovasi dan karya bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat, membangun budaya kampus yang bersih, anti korupsi, anti narkoba, dan bebas dari faham radikalisme, membangun kesantunan, memperteguh jiwa Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila.
 
Selain itu, kerja bersama antara perguruan tinggi, institusi riset dan industri merupakan sebuah strategi dalam meningkatkan nilai tambah hasil penelitian menjadi sebuah inovasi dan produk iptek berskala pasar. Dengan kerja bersama antar berbagai lembaga dan industri akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas penciptaan inovasi. Dengan kata lain, peneliti dan inovator saling bekerja sama, bergotong royong, dan bersinergi dalam menghasilkan inovasi. Dengan kerja bersama, maka kemajuan Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian dapat makin cepat terwujud.
 
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi juga mengajak untuk kembali ke Bhinneka Tunggal Ika, merekatkan persatuan bernegara dan berbangsa, menyemai kebebasan yang bertanggung jawab, dan bersama-sama menangkal radikalisme. Karena untuk memerangi radikalisme, kita tidak memerlukan senjata, namun pengetahuan dan pendidikan yang baik lah yang dapat menangkalnya, Dikarenakan akhir-akhir ini, seringkali kebebasan dalam berekspresi melalui media sosial disalahgunakan untuk memecah persatuan dan kesatuan kita. Oknum yang tidak bertanggung jawab menyalahgunakan media sosial untuk menebar kebencian, hujatan, hasutan, informasi hoax, serta paham radikal. Berbagai konflik telah, dan bahkan tengah berlangsung untuk menguji persatuan Indonesia. Padahal, untuk menjadi negara bangsa yang maju dan bersaing, maka persatuan adalah prasyarat kunci.
 
Diakhir amanatnya Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi mengajak kita semua bekerja sama untuk terus membangun riset, teknologi, dan pendidikan tinggi dengan penuh Integritas, Etos Kerja, dan semangat Gotong Royong, serta selalu mengedepankan kepentingan dan masa depan bangsa Indonesia.
 
Dirgahayu 72 tahun Indonesia, Merdeka!
Indonesia Kerja Bersama.