Beberapa waktu yang lalu, Tim Ipteks bagi Wilayah (IbW) Kec. Windusari mengadakan kunjungan pelatihan lapangan bersama masyarakat pengrajin teh tradisional didesa Ngemplak, Kec. Windusari, Magelang ke PT.PERKEBUNAN TAMBI, Wonosobo yang merupakan perusahaan yang bergerak dibidang industri bahan minuman teh (tea sinensis). PT. PERKEBUNAN TAMBI INI berada di desa Tambi, wilayah pegunungan Dieng, Wonosobo memiliki luas perkebunan teh sekitar 850 ha.  Kunjungan yang diikuti oleh 50 orang ini dilakukan selama hampir satu hari diterima langsung oleh Ibu Titi mewakili perusahaan didampingi oleh kepala bagian produksi dan bagian humas.  Kunjungan ini dimaksudkan untuk melihat dari dekat budidaya dan perawatan pohon teh agar memiliki produktivitas yang baik/tinggi dan pengolahan standar pabrikan yang dilakukan oleh pihak perusahaan yang sebagian produksi tehnya diekspor ke beberapa negara di dunia seperti di negara-negara Eropa, Jepang, Amerika dan beberapa negara di kawasan Asia lainnya.  Sedangkan untuk pasar lokal hanya sekitar 20% saja ini demikian di sampaikan oleh ketua tim IbW Ir. Setyo Utomo,M.P. yang merupakan dosen tetap prodi peternakan UMBY.  

Selanjutnya dikatakan bahwa kunjungan pelatihan ini diharapkan akan  mampu membangkitkan kapasitas usaha masyarakat desa Ngemplak dalam mengolah teh dan membudidayakan teh agar memiliki produktivitas yang baik.  Perlu diketahui bahwa masyarakat desa Ngemplak memiliki usaha produktif pengolahan teh yang masih sangat tradisional baik dalam pengolahan, pengemasan maupun pemasaran serta produktivitas tanaman teh yang masih sangat terbatas dengan kualitas rendah karena hanya mengandalkan pohon teh yang ada pada pinggiran lahan sayur mereka sebagai batas kepemilikan tanah maupun untuk memperkuat terasering wilayah yang berada di lereng Gunung Sumbing sisi Utara. Kunjungan tersebut didampingi oleh 4 dosen pendamping sebagai tim IbW Kec. Windusari yaitu Ir.Setyo Utomo,M.P, Dr. Bambang Nugroho, Ir. Nur Rasimanti,M.P dan Agustinus hari Setiawan, M.A dari prodi Bahasa Inggris.
Dikatakan oleh koordinator kegiatan Dr. Bambang Nugroho staf pengajar Prodi Agroteknologi, UMB Y bahwa potensi olahan teh yang ada di desa Ngemplak dapat ditingkatkan baik produksi maupun kualitasnya sehingga mampu menambah penghasilan masyarakat secara signifikan hal ini karena wilayah tersebut cocok untuk pengembangan teh dengan ketinggian wilayah 1200 m dpl.  Namun olahan yang sekarang ada masih bersifat sangat tradisional dengan mengandalkan daun teh dengan produksi rendah dan kualitas yang yang masih perlu ditingkatkan.  Sehingga diharapkan melalui pelatihan melalui kunjungan lapangan ini akan mampu membuka wawasan, cara berpikir dan akhirnya mampu bertindak untuk meningkatkan kapasitas usahanya dibidang budidaya maupun olahan teh.
Dikatakan oleh salah satu peserta Ibu Fitri yang merupakan ibu Kepala Desa Ngemplak bahwa melalui kunjungan ini benar-benar bermanfaat karena mampu membuka wawasan yang lebih gamblang tentang pentingnya bubidaya tanaman teh secara intensif untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas daun teh sekaligus mengerti bagaimana proses pengolahan teh sesuai dengan standar mutu pabrik yang bertaraf Internasional ini.
Diharapkan dalam kurun waktu pendampingan 3 tahun kedepan ini, masyarakat desa Ngemplak mampu mewujudkan impiannya untuk menjadikan teh lokal Ngemplak sebagai produk unggulan di Magelang untuk mewujudkan one village one product (OVOP) mendukung kegiatan yang sedang berkembang di desa tersebut yaitu adanya obyek wisata pendakian Petung yang berada di desa tersebut.
 


Isi berita diunggah oleh admin perguruan tinggi, dan menjadi tanggung jawab admin perguruan tinggi tersebut.