Dalam rangka mempererat tali silaturahmi diantara keluarga besar Kopertis Wilayah V Yogyakarta, maka pada hari Rabu, tgl 20 Agustus 2014 diselenggarakan acara Halal Bihalal yang bertempat di Ruang Sidang Utama Kantor Kopertis Wilayah V Yogyakarta.
Menurut laporan Ketua Panitia , Dr. Moh.ToifurM.Sc, Halal Bihalal ini dihadiri sekitar 400 tamu undangan yang terdiri dari Koordinator Kopertis Wilayah V, Ketua APTISI Pusat, Ketua KORPRI, Para pimpinan PTS, dosen dpk dan juga pegawai administrasi di lingkungan Kopertis Wilayah V Yogyakarta.
 
Dalam sambutannya, Koordinator Kopertis Wilayah V Yogyakarta, Dr.Ir.Bambang Supriyadi CES., DEA memberikan pengumuman dan arahan yang diperlukan oleh para pimpinan PTS , diantaranya adalah : 
  1. Mempromosikan PTS aktif, masyarakat diminta untuk dapat membuka Web Kopertis dan Forlap dikti.
  2. OPSPEK yang dianjurkan dengan tidak ada kekerasan, diadakannya TOT Pancasila dan Kuliah Umum.
  3. Bekerjasama dengan kepolisian, terkait dengan disiplin lalu-lintas.
  4. Agar mahasiswa menjaga NKRI atas Keputusan Mahkamah Konstitusi tanggal 22 Agustus 2014 tentang Hasil Pilpres 
  5. Mohon doa untuk Tim Debat NUDC dari Perguruan Tinggi di Wilayah Jogja agar dapat juara di tingkat Nasional.
  6. Rencana kunjungan kerjasama APTISI ke China yaitu ke Universitas Zhejiang di kota Hangzhou, Universitas Nanjing Xiaozhong di kota Nanjing, dan Universitas Beijing di kota Shanghai
Selain itu, beliau juga menjawab ikrar syawalan dari tamu undangan yang sebelumnya diwakili oleh Ketua KORPRI Unit Kopertis Wilayah V  Prof.Ir. Moh. Teguh, M.Sc
Tausyiah hikmah syawalan kali ini dibersamai oleh ustadz Drs.H.M. Fathul Hilal. Tema dari ceramah kali ini adalah tentang LULUS dan MAJU. Diawali dengan pernyataan beliau bahwa Manusia adalah makhluk yang terbaik yang diciptakan oleh Allah SWT. Karena keistimewaannya itu, maka manusia selalu diberi  ujian. Dan dari ujian tersebut, akan diketahui mana hamba-Nya yang lulus dan mana yang tidak. Lalu dimanakah madrasahnya Allah SWT? Madrasahnya Allah s.w.t adalah bulan Ramadhan.
Ada 2 jenis pernyataan dari Rasulullah tentang orang yang berpuasa:
  1. “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan ikhlas, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”
  2. “Alangkah banyaknya orang yang berpuasa, tapi tidak ada yang diperoleh selain lapar dan dahaga”
Tolok ukur lulus tidaknya kita pada bulan Ramadhan dijelaskan dalam QS.Ali Imran ayat 133 –136 ,yaitu :
1. Mempunyai sifat dermawan di waktu lapang dan sempit
Apa saja yang bisa kita dermakan kepada orang lain?
- Rizki berupa harta yang diberikan Allah
- Tenaga
- Ilmu dimana ini merupakan derma yang derajatnya paling tinggi
Tapi syarat dari ketiga derma itu adalah IKHLAS. Ada 3 golongan/orang yang nantinya akan merasa kecewa sekali karena tidak bisa masuk surga, padahal dia merasa telah banyak beramal baik, yaitu :
- Orang yang mati di medan perang tapi perangnya tidak ikhlas
- Orang yang hartanya dihabiskan untuk didermakan kepada masyarakat tapi dia hanya mengharap pujian dari orang lain dan ingin mendapat predikat sebagai dermawan
- Para ilmuwan yang sombong, yang tidak membagi ilmunya dengan ikhlas
2. Mempunyai kemampuan untuk mengendalikan emosi atau sering disebut sabar
3. Mempunyai jiwa yang luas seperti samudera
4. Memiliki jiwa yang disebut ihsan.
Ihsan adalah sebuah semangat yang berwujud “saya ingin menjadi pribadi yang lebih baik, lebih baik, dan lebih baik lagi”
5. Mudah mengakui kesalahan dan kembali kepada kebaikan yang biasa disebut dengan taubat.
Dalam kesempatan ini, beliau juga mengingatkan, bahwa orang yang sudah dianugerahi umur sampai 40 tahun , harus mempunyai panca sadar, yaitu:
  1. Sadar untuk pandai mensyukuri nikmat Allah yang tidak terhitung
  2. Sadar untuk selalu beramal shalih
  3. Sadar untuk menyiapkan generasi penerus yang berkualitas
  4. Sadar untuk banyak-banyak bertaubat
  5. Sadar untuk siap dipanggil oleh Allah SWT sewaktu-waktu
Di akhir tausiyah, H.M. Fathul Hilal memimpin do’a.
Acara diakhiri dengan bersalam-salaman diantara para tamu undangan yang hadir.